pertanyaan dan saran ttg jalan

Moderators: Unholy, ci2212, trev1881, kukimonsta

Re: pertanyaan dan saran ttg jalan

Postby ci2212 » Fri Mar 22, 2013 2:29 pm

Dear all,

Tapi kalo dipikir2, ngak fair juga yah kalo kita labelin Private Road pada jalan tertentu, misal komplek Militer... kali2 aja ada tentara yg pake Waze dan pengen nge-waze masuk markasnya tapi kagak bisa karena dijadiin private road :lol:

Ride on!
ci2212
Global Champs Localizers
Global Champs Localizers
 
Posts: 1368
Joined: Thu Dec 13, 2012 7:29 am
Location: INDONESIA, Jakarta
Has thanked: 248 times
Been thanked: 338 times

Re: pertanyaan dan saran ttg jalan

Postby ci2212 » Fri Mar 22, 2013 10:22 am

Dear HS-68,

Sedikit nimbrung kalo boleh, saya hanya bermaksud meng-sharing apa yang biasanya saya lakukan dalam mengedit map. Saya berprinsip bahwa semua jalan harus bisa dipakai utk navigasi (driveable) utk siapa saja kecuali jalan yg jelas2 terlihat hanya berputar2 dlm suatu kompleks militer (strictly prohibited area). Jadi kalau mengingat jalan drivable yg paling minim adalah service road, I guess that type is the minimum level of road that can be applied.

Kalo sedang berkutat pada suatu komplek perumahan, I usually try to see the whole picture of the estate dan memperkirakan mana jalan yang menjadi jalan utama atau jalan primer (bukan primary road lohhh) dan jalan2 itulah yang saya garap dulu dgn label STREET. Istilah saya adalah mana tulang atau rangka jalan dari komplek tersebut. Baru jalan2 yg masuk ke deretan rumah 1, 2, 3 dst saya labelkan SERVICE ROAD. Sedangkan PRIMARY ROAD adalah jalan yang mempunyai long stretch yg menghubungkan satu major road ke major road yg lain atau minimal kecamatan satu dengan kecamatan yang lain. Hal ini saya adopsi dari pelabelan editor2 lainnya di kota Jakarta. GPS point layer juga sangat membantu utk menilai pantas atau tidaknya jalan tsb dijadikan Primary Road. Saya kira hal2 diatas dapat juga diterapkan pada jalan2 yg bukan berada pada suatu kompleks perumahan.

Menurut saya hal yang unik dan mungkin belum fixed adalah penggunaan label highway, khususnya minor highway. My reasoning to put on a minor highway class on several jalan utama, adalah: knowing that DKI Jakarta is a city labeled as a specialized province thus each part of Jakarta (such as Jakarta Timur, Jakarta Barat, etc) is treated as a city. So based on Waze Indonesia's criteria on Minor Highway which are:

"Minor highways tidak tergantung pada lebar atau kecilnya jalan (hati-hati jangan terjebak pada penggunaan istilah Highways) akan tetapi lebih pada pemanfaatnya untuk akses dalam maupun antar kota, kabupaten maupun provinsi (AKAP) di Indonesia. Beberapa jalan utama pada kota bisa menggunakan tipe jalan ini.

penerapan pada waze:
* Bisa hanya satu jalur jalan (satu maupun dua arah) saja, dua jalur bolak-balik bukan merupakan sesuatu yang wajib (tergantung situasi jalan http://www.waze.com/wiki/index.php/Spli ... o-Way_Road ).
* Jalan tidak selalu lurus, terkadang zig zag (sering terjadi di wilayah pegunungan)
*Akses persimpangan bisa langsung melalui tipe jalan apapun yang ada di Waze (kecuali Freeways)
*Tidak masalah jika jalan langsung bersinggungan dengan Rumah, Perumahan ataupun Perkantoran/lokasi bisnis tanpa harus melalui jalan kolektor.
*Jalan tipe ini bisa melintas di dalam kota/kabupaten.
*Di Indonesia sering diterapkan pada jalan Tipe Flyover ataupun Underpass
*Bila opsi Avoid Major Highways pada Gadget dicentang, Minor Highway TIDAK akan terhindar dari Routing Navigasi (tetap bisa terpakai).
"

I anggap it is appropriate to use this class on several major roads karena menghubungkan each part (city) in DKI Jakarta. contoh: Jalan Pramuka menghubungkan Jakarta Timur dengan Jakarta Pusat, Jalan Rasuna Said menghubungkan Jakarta Pusat dengan Jakarta Selatan. Dan saya terapkan hanya di Jalur Cepat karena ketiadaan Lampu Merah (APILL) pada jalur tsb dan tdk bersinggungan dengan rumah atau kantor. Jalur Lambat saya anggap sbg jalan kolektor. Sekiranya inilah reasoning saya menggunakan Minor Highway class on the roads that I edited.

Saya jarang mengedit atau sedikit sekali mengedit Highway class yg lain karena sudah banyak yg fixed dan locked anyway :) Biasanya kalo ada jalan yang membingungkan saya biarkan saja dahulu dengan label default a.k.a. STREET. Selebihnya bolak balik buka forum utk re-check ulang klasifikasi dan lihat what others have done. Well itulah sedikit sharing dari pengalaman saya, tentunya saya mengharapkan banyak feedback dari editor2 lain. Semoga membantu

Ride On!
ci2212
Global Champs Localizers
Global Champs Localizers
 
Posts: 1368
Joined: Thu Dec 13, 2012 7:29 am
Location: INDONESIA, Jakarta
Has thanked: 248 times
Been thanked: 338 times

Re: pertanyaan dan saran ttg jalan

Postby HS-168 » Fri Mar 22, 2013 5:25 am

dear wazer trev..
terima kasih atas penjelasannya. tergambar rumitnya jika akan mengadaptasi sebuah program peta dan gps mengingat sistem negara pembuat dan pengguna tentu berbeda.
dan saya cukup jelas dengan penjelasan tadi.
lalu untuk indonesia sendiri, batas apa utk kelas jalan yang paling rendah ? sebagai contoh : jika saya mencermati penjelasan yang tadi, maka private road di sini tidak dipakai berdasarkan penggunaan jalan tersebut oleh orang umum meskipun ada dalam sebuah cluster. maka oleh wazer dan editor jalan tersebut dikategorikan sbg street.
hal ini penting agar para pengguna wazer (termasuk saya tentunya :D ) yang akan meng-edit dan men-update di live map dapat melakukannya dengan baik.
maksud saya adalah, batasan apa yg dikatakan sebagai street, mana yang primary street, mana yang minor atau major highway dst ?

terima kasih.. :)
HS-168
 
Posts: 6
Joined: Sun Mar 10, 2013 12:56 pm
Has thanked: 0 time
Been thanked: 0 time

Re: pertanyaan dan saran ttg jalan

Postby trev1881 » Thu Mar 21, 2013 9:48 pm

HS-168 wrote:Salam..
Para pengguna waze dan editor.
Seperti sudah saya tulis di topik yang lain, bersama ini saya mohon penjelasan ttg jenis jalan yang ada dalam waze, seperti major highway, minor highway, primary street, street, road, private road dsb. Karena saat ini di Indonesia tidak mengenal jenis jalan seperti itu. Saya coba lihat dan sesuaikan dg UU lalu lintas angkutan jalan, tp nggak nyambung.
Seperti contoh berikut : jalan di daerah kompleks tertutup bukanlah jalan umum, sehingga saya mencoba mengedit jalan dikompleks saya dengan mengkatagorikan private road. namun mungkin ada yang mengubah kembali menjadi "street". Tentunya hal ini menjadi rancu krn padanan dari street atau road adalah jalan, sedangkan jalanan di dalam kompleks tertutup adalah bukan jalan umum. jalan kompleks dapat menjadi jalan umum jika jalan tsb sdh dilalui oleh lalu lintas umum dan dibiayai oleh pemerintah. Lalu bagaimana dengan gang atau lorong ?
Demikian pula dengan jalan lain. spt contoh jalan Adhyaksa di daerah Karang Tengah Raya jakarta selatan. Jalan itu termasuk kategori Primary street di mana padanan katanya adalah "jalan utama", apakah memang jalan adhyaksa yang dulunya hanya merupakan jalan kompleks itu layak jadi primary street / jalan utama ?

Saya menyarankan, bagaimana jika kita menggunakan sistem jalan yang ada di Indonesia saja, sehingga tidak menyulitkan bagi pengguna waze lain yang ingin mengedit jalan disekitarnya atau jalan yang sdh dipahami benar karena sering dilalui. Ada satu hal yg lain dr sistem jalan di negara lain yaitu di Indonesia ada sistem kelas jalan. Kelas jalan inilah yang juga digunakan untuk menentukan hak prioritas kendaraan, terutama jika ada kecelakaan lalu lintas.

Demikian saran, sekiranya ada tanggapan, diucapkan terima kasih.

HS-168

Dear wazer HS-168

Terima kasih atas saran-saran anda tersebut.:)

Perlu juga anda ketahui bahwa garis besar tentang penggunaan dan pengkategorian jalan pada waze telah terangkum secara umum, dimana rangkuman tersebut bersumber dari wiki waze, pelbagai waze country forum maupun peta yang telah dihasilkan oleh beberapa editor dimulai dari saat Indonesia tidak memiliki jalan sama sekali hingga penampakan peta yang ada pada saat ini.
Proses penerapannya telah melalui adaptasi panjang untuk disesuaikan dan diterapkan pada kondisi ruas jalan di Indonesia.

Anda dapat membacanya disini: viewtopic.php?f=154&t=37235

Selama 3 tahun terakhir ini para editor waze di Indonesia telah menerapkannya dan sedikit banyak telah membantu proses bernavigasi pada waze walaupun terdapat beberapa kekurangan di sana sini.

Kondisi segmen atau ruas jalan pada waze sedikit berbeda dengan program Navigasi lainnya seperti: Garmin, Sygic, OviMaps, Tomtom sampai pada peta berbasis komunitas lainnya seperti Navigasi(dot)net maupun Openstreetmap dll. Setiap ruas jalan (drivable) pada waze menyimpan data-data penting seperti:
*rata-rata kecepatan (km/Mph) setiap arah,
*gps points records
*soft/hard restriction
*dll
Dimana kesemuanya sangat berperan untuk menentukan arah routing dan live traffic info secara real-time. Data-data tersebut selalu ada walaupun kondisi jalan tersebut tidak sedang dilalui. Perbedaan signifikan juga terlihat pada penerapan Landmark/POI serta pemutakhirkan peta secara harian yang merupakan ciri khas pada aplikasi waze ini.

Fokus utama Waze Map adalah Routing disertai dengan Interaksi sosial. Penerapan Routing pada waze memerlukan beberapa kriteria dan batasan khusus agar proses navigasi bisa berjalan. Dan terkadang Jika diterjemahkan secara bebas (sesuai dengan "padanan kata"), pengkategorian Waze road dengan kondisi/penerapan di lapangan agak atau terkadang berbeda, -sekali lagi- agar proses routing pada navigasi dapat berjalan dengan baik. Ada beberapa kategori yang dapat dipergunakan routing dan ada juga yang tidak. Salah satunya adalah private road seperti yang anda maksudkan. Beberapa editor mungkin mengganti private road tersebut dengan kategori street ataupun service road agar dapat dipergunakan routing. Pertimbangannya adalah jalan pada suatu komplek/cluster perumahan tidak hanya dilalui/dimiliki oleh satu orang atau beberapa individu saja.

Jika kita mengklasifikasikan secara harafiah kondisi Jalan di Indonesia sesuai dengan UU no 38 tahun 2004 langsung pada peta waze ataupun sebaliknya -kriteria baku kategori waze diterapkan pada kondisi jalan di Indonesia-, maka mayoritas ruas jalan di Indonesia akan bersifat statis saja dengan kata lain dapat dilalui tetapi tidak dapat dipergunakan bernavigasi. Ada beberapa fungsi Interaksi sosial yang dapat diterapkan Hanya pada saat proses Navigasi berlangsung seperti status sharing maupun foursquare checkin dll. Beberapa editor senior sudah sangat memahami sifat dinamis waze ini berdasarkan pengalaman mereka saat bernavigasi.
Sifat dinamis inilah juga yang juga memungkinkan suatu ruas jalan untuk "turun ataupun naik pangkat" berdasarkan trafik penggunanya dan bukan berdasarkan kondisi historis atas jalan tersebut.

Tidak hanya Indonesia saja yang melakukan "pengadaptasian" tersebut, editor-editor di negara lain pun juga melakukan hal yang sama, mungkin hanya Amerika dan beberapa negara saja yang menerapkan secara murni pengkategorian Waze map tersebut.
Anda bisa membandingkan sendiri pengaplikasian waze pada negara Amerika dan Inggris baik jalan ataupun POI yang agak berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Pengkategorian itu Penting, tetapi Proses Routing saat bernavigasi jauh lebih penting dari pengkategorian itu sendiri.

demikian, semoga membantu...
:)

trev
trev1881
Waze Local Champs
Waze Local Champs
 
Posts: 118
Joined: Fri May 07, 2010 2:57 am
Location: Republic of Indonesia
Has thanked: 20 times
Been thanked: 119 times

pertanyaan dan saran ttg jalan

Postby HS-168 » Thu Mar 21, 2013 5:03 pm

Salam..
Para pengguna waze dan editor.
Seperti sudah saya tulis di topik yang lain, bersama ini saya mohon penjelasan ttg jenis jalan yang ada dalam waze, seperti major highway, minor highway, primary street, street, road, private road dsb. Karena saat ini di Indonesia tidak mengenal jenis jalan seperti itu. Saya coba lihat dan sesuaikan dg UU lalu lintas angkutan jalan, tp nggak nyambung.
Seperti contoh berikut : jalan di daerah kompleks tertutup bukanlah jalan umum, sehingga saya mencoba mengedit jalan dikompleks saya dengan mengkatagorikan private road. namun mungkin ada yang mengubah kembali menjadi "street". Tentunya hal ini menjadi rancu krn padanan dari street atau road adalah jalan, sedangkan jalanan di dalam kompleks tertutup adalah bukan jalan umum. jalan kompleks dapat menjadi jalan umum jika jalan tsb sdh dilalui oleh lalu lintas umum dan dibiayai oleh pemerintah. Lalu bagaimana dengan gang atau lorong ?
Demikian pula dengan jalan lain. spt contoh jalan Adhyaksa di daerah Karang Tengah Raya jakarta selatan. Jalan itu termasuk kategori Primary street di mana padanan katanya adalah "jalan utama", apakah memang jalan adhyaksa yang dulunya hanya merupakan jalan kompleks itu layak jadi primary street / jalan utama ?

Saya menyarankan, bagaimana jika kita menggunakan sistem jalan yang ada di Indonesia saja, sehingga tidak menyulitkan bagi pengguna waze lain yang ingin mengedit jalan disekitarnya atau jalan yang sdh dipahami benar karena sering dilalui. Ada satu hal yg lain dr sistem jalan di negara lain yaitu di Indonesia ada sistem kelas jalan. Kelas jalan inilah yang juga digunakan untuk menentukan hak prioritas kendaraan, terutama jika ada kecelakaan lalu lintas.

Demikian saran, sekiranya ada tanggapan, diucapkan terima kasih.

HS-168
HS-168
 
Posts: 6
Joined: Sun Mar 10, 2013 12:56 pm
Has thanked: 0 time
Been thanked: 0 time

Previous

Return to Archive

Who is online

Users browsing this forum: No registered users