Salam kenal, nama saya Anggada, saat ini saya sedang melanjutkan studi di Fakultas Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung. Saat ini saya sedang melakukan penelitian dengan mengambil tema “Analisa Penggunaan Aplikasi Waze terhadap Perilaku Pemilihan Rute Perjalanan Dinamis”. Tujuan dari penelitian ini sendiri untuk mengetahui pola perilaku pengguna waze dalam memilih rute perjalanan. Mohon bantuan dan partisipasi para wazer yang saya hormati untuk berkenan mengisi formulir kusioner terlampir https://docs.google.com/forms/d/15PaRAa0leZu49CSVSlOuI210c9XO03dBBgy62-t1tg0/viewform?usp=send_form. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak telah meluangkan waktunya dalam mengisi kuesioner ini.
Aduh, agak sulit mengisinya.
Beberapa pertanyaan tidak ada jawabannya.
Saya belum pernah bisa “hemat” dengan WAZE.
ETA biasanya meleset hingga 30 menit.
Wow, u really missed ur ETA by 30 min? U r quite an anomaly then in this community. Users in Jakarta keep growing day after day because Waze give quite a good timing prediction and possible routes. Could you elaborate how it could happen to you? Thx
Sehari-hari, menjelang tengah malam, akan melintas:
Depok - Tanjung Barat - Kartini - Lebak Bulus - Ciputat - Pamulang
Begitu sampai Tanjung Barat, biasanya sudah melesat 10 menit
dari ETA awal. Kalau sudah sampai Lebak Bulus, ETA sudah
melesat hampir 20 menit. DST.
Saya biasanya mengabaikan rekomendasi Waze.
Dari pengalaman, terkadang mendapatkan rekomendasi jalanan
yang terlalu sempit untuk dua kendaraan berpapasan.
Pernah sekali, masuk jalan buntu, dan terpaksa mundur lagi
sekitar 200 meteran.
anda mendapatkan petunjuk arah yang tidak benar dari waze…
hal ini bisa terjadi karena :
waze adalah aplikasi navigasi dengan basis peta yg dibangun oleh para pengguna waze
jadi setiap user dapat membuat dan mengubah setiap ruas jalan yg ada
kondisi ini yang memungkinkan adanya kesalahan pembuatan peta
yang berakibat kesalahan waze dalam memberikan petunjuk arah perjalanan.
yang diperlukan adalah informasi dari user tentang adanya kesalahan tersebut
umpan balik seperti inilah yang diperlukan untuk memperbaiki dan menjaga
sehingga waze dapat berfungsi dengan baik dan benar sebagaimana mestinya.
ada baiknya bila mendapatkan petunjuk arah yg salah dari waze
atau menemukan kesalahan peta waze saat dalam perjalanan
anda membuat report melalui aplikasi
sehingga para user yg secara sukarela memperbaiki peta
dapat mengetahui adanya kesalahan tersebut dan segera melakukan perbaikan
dengan harapan bahwa anda dan user lain tidak akan mengalami hal yang sama di lokasi yang sama.
tetap gunakan waze
dan buat report bila ada kesalahan
hmm… terkadang perubahan ETA bisa dipengaruhi oleh kecepatan rata-rata kita berkendara. apabila kecepatan rata-rata kita lebih rendah daripada kecepatan rata-rata kendaraan yang sejalan dengan kita, otomatis ETA akan meleset, menjadi semakin lama.
But anyway, akurasi waze cukup lumayan kok masbro. sepengalaman saya, 1-2 kali dalam sebulan driving dari 540 km yang saya tempuh dengan perkiraan durasi tempuh dari waze sekitar 11 jam 15 menit, biasanya itu meleset hanya sekitar 30 menitan. kadang lebih cepat, kadang lebih lambat. tergantung pada saat perjalanan itu saya “apes” kena lampu merah mulu atau nggak. ( 1 lampu merah 2 menitan x 15 biji aja udah 30 menit masbro…). meleset nggak sampai 5% dari ETA awal, bagi saya masih logis.
and yes… saya selalu mengikuti anjuran dari waze untuk sampai di lokasi tujuan dengan durasi terpendek. dan terkadang rute yang dianjurkan tidak selalu sama. kadang melewati N3, N1, N6, N14 atau N16, dipilih mana yang ETA-nya paling cepat…
I have been using Waze for more than 2 years. I’m a Royalty Wazer now.
I don’t rely on Waze (fastest/shortest) routing because it tends to be “inefficient” route. I screen captured some of them but I finally gave up since it happens too often.
Should I try to report/upload the “inefficient” routes here to get them analized and fixed?
Menurut saya idenya bagus nih questioner tp tetep beberapa pertanyaan agak sedikit susah untuk dikira kira jawabannya. Hemat waktu kadang sangat relatif. ETA yg diberikan dapat menjadi rough estimate, tp jarang menjadi patokan pasti.
Setuju. Saya kira waze fastest/shortest route terutama berguna untuk dua hal:
ketika kita harus mencari suatu lokasi yang kita benar2 tidak tahu letaknya, sehingga kita tidak punya pilihan lain kecuali mengikuti waze route
ketika kita sudah familiar dengan suatu tempat, tapi sering terjadi kejadian/ketidakpastian, misal: lokasi kemacetan di jalan-jalan Jakarta
Tapi kalo diluar kedua hal itu, waze fastest/shortest route sering tidak efisien.
Anyway, tetap mengasyikkan bekerja sama dan saling membantu di jalan raya.