Salam…
Para pengguna waze dan editor.
Seperti sudah saya tulis di topik yang lain, bersama ini saya mohon penjelasan ttg jenis jalan yang ada dalam waze, seperti major highway, minor highway, primary street, street, road, private road dsb. Karena saat ini di Indonesia tidak mengenal jenis jalan seperti itu. Saya coba lihat dan sesuaikan dg UU lalu lintas angkutan jalan, tp nggak nyambung.
Seperti contoh berikut : jalan di daerah kompleks tertutup bukanlah jalan umum, sehingga saya mencoba mengedit jalan dikompleks saya dengan mengkatagorikan private road. namun mungkin ada yang mengubah kembali menjadi “street”. Tentunya hal ini menjadi rancu krn padanan dari street atau road adalah jalan, sedangkan jalanan di dalam kompleks tertutup adalah bukan jalan umum. jalan kompleks dapat menjadi jalan umum jika jalan tsb sdh dilalui oleh lalu lintas umum dan dibiayai oleh pemerintah. Lalu bagaimana dengan gang atau lorong ?
Demikian pula dengan jalan lain. spt contoh jalan Adhyaksa di daerah Karang Tengah Raya jakarta selatan. Jalan itu termasuk kategori Primary street di mana padanan katanya adalah “jalan utama”, apakah memang jalan adhyaksa yang dulunya hanya merupakan jalan kompleks itu layak jadi primary street / jalan utama ?
Saya menyarankan, bagaimana jika kita menggunakan sistem jalan yang ada di Indonesia saja, sehingga tidak menyulitkan bagi pengguna waze lain yang ingin mengedit jalan disekitarnya atau jalan yang sdh dipahami benar karena sering dilalui. Ada satu hal yg lain dr sistem jalan di negara lain yaitu di Indonesia ada sistem kelas jalan. Kelas jalan inilah yang juga digunakan untuk menentukan hak prioritas kendaraan, terutama jika ada kecelakaan lalu lintas.
Demikian saran, sekiranya ada tanggapan, diucapkan terima kasih.
Perlu juga anda ketahui bahwa garis besar tentang penggunaan dan pengkategorian jalan pada waze telah terangkum secara umum, dimana rangkuman tersebut bersumber dari wiki waze, pelbagai waze country forum maupun peta yang telah dihasilkan oleh beberapa editor dimulai dari saat Indonesia tidak memiliki jalan sama sekali hingga penampakan peta yang ada pada saat ini.
Proses penerapannya telah melalui adaptasi panjang untuk disesuaikan dan diterapkan pada kondisi ruas jalan di Indonesia.
Selama 3 tahun terakhir ini para editor waze di Indonesia telah menerapkannya dan sedikit banyak telah membantu proses bernavigasi pada waze walaupun terdapat beberapa kekurangan di sana sini.
Kondisi segmen atau ruas jalan pada waze sedikit berbeda dengan program Navigasi lainnya seperti: Garmin, Sygic, OviMaps, Tomtom sampai pada peta berbasis komunitas lainnya seperti Navigasi(dot)net maupun Openstreetmap dll. Setiap ruas jalan (drivable) pada waze menyimpan data-data penting seperti:
*rata-rata kecepatan (km/Mph) setiap arah,
*gps points records
*soft/hard restriction
*dll
Dimana kesemuanya sangat berperan untuk menentukan arah routing dan live traffic info secara real-time. Data-data tersebut selalu ada walaupun kondisi jalan tersebut tidak sedang dilalui. Perbedaan signifikan juga terlihat pada penerapan Landmark/POI serta pemutakhirkan peta secara harian yang merupakan ciri khas pada aplikasi waze ini.
Fokus utama Waze Map adalah Routing disertai dengan Interaksi sosial. Penerapan Routing pada waze memerlukan beberapa kriteria dan batasan khusus agar proses navigasi bisa berjalan. Dan terkadang Jika diterjemahkan secara bebas (sesuai dengan “padanan kata”), pengkategorian Waze road dengan kondisi/penerapan di lapangan agak atau terkadang berbeda, -sekali lagi- agar proses routing pada navigasi dapat berjalan dengan baik. Ada beberapa kategori yang dapat dipergunakan routing dan ada juga yang tidak. Salah satunya adalah private road seperti yang anda maksudkan. Beberapa editor mungkin mengganti private road tersebut dengan kategori street ataupun service road agar dapat dipergunakan routing. Pertimbangannya adalah jalan pada suatu komplek/cluster perumahan tidak hanya dilalui/dimiliki oleh satu orang atau beberapa individu saja.
Jika kita mengklasifikasikan secara harafiah kondisi Jalan di Indonesia sesuai dengan UU no 38 tahun 2004 langsung pada peta waze ataupun sebaliknya -kriteria baku kategori waze diterapkan pada kondisi jalan di Indonesia-, maka mayoritas ruas jalan di Indonesia akan bersifat statis saja dengan kata lain dapat dilalui tetapi tidak dapat dipergunakan bernavigasi. Ada beberapa fungsi Interaksi sosial yang dapat diterapkan Hanya pada saat proses Navigasi berlangsung seperti status sharing maupun foursquare checkin dll. Beberapa editor senior sudah sangat memahami sifat dinamis waze ini berdasarkan pengalaman mereka saat bernavigasi.
Sifat dinamis inilah juga yang juga memungkinkan suatu ruas jalan untuk “turun ataupun naik pangkat” berdasarkan trafik penggunanya dan bukan berdasarkan kondisi historis atas jalan tersebut.
Tidak hanya Indonesia saja yang melakukan “pengadaptasian” tersebut, editor-editor di negara lain pun juga melakukan hal yang sama, mungkin hanya Amerika dan beberapa negara saja yang menerapkan secara murni pengkategorian Waze map tersebut.
Anda bisa membandingkan sendiri pengaplikasian waze pada negara Amerika dan Inggris baik jalan ataupun POI yang agak berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Pengkategorian itu Penting, tetapi Proses Routing saat bernavigasi jauh lebih penting dari pengkategorian itu sendiri.
dear wazer trev…
terima kasih atas penjelasannya. tergambar rumitnya jika akan mengadaptasi sebuah program peta dan gps mengingat sistem negara pembuat dan pengguna tentu berbeda.
dan saya cukup jelas dengan penjelasan tadi.
lalu untuk indonesia sendiri, batas apa utk kelas jalan yang paling rendah ? sebagai contoh : jika saya mencermati penjelasan yang tadi, maka private road di sini tidak dipakai berdasarkan penggunaan jalan tersebut oleh orang umum meskipun ada dalam sebuah cluster. maka oleh wazer dan editor jalan tersebut dikategorikan sbg street.
hal ini penting agar para pengguna wazer (termasuk saya tentunya ) yang akan meng-edit dan men-update di live map dapat melakukannya dengan baik.
maksud saya adalah, batasan apa yg dikatakan sebagai street, mana yang primary street, mana yang minor atau major highway dst ?
Sedikit nimbrung kalo boleh, saya hanya bermaksud meng-sharing apa yang biasanya saya lakukan dalam mengedit map. Saya berprinsip bahwa semua jalan harus bisa dipakai utk navigasi (driveable) utk siapa saja kecuali jalan yg jelas2 terlihat hanya berputar2 dlm suatu kompleks militer (strictly prohibited area). Jadi kalau mengingat jalan drivable yg paling minim adalah service road, I guess that type is the minimum level of road that can be applied.
Kalo sedang berkutat pada suatu komplek perumahan, I usually try to see the whole picture of the estate dan memperkirakan mana jalan yang menjadi jalan utama atau jalan primer (bukan primary road lohhh) dan jalan2 itulah yang saya garap dulu dgn label STREET. Istilah saya adalah mana tulang atau rangka jalan dari komplek tersebut. Baru jalan2 yg masuk ke deretan rumah 1, 2, 3 dst saya labelkan SERVICE ROAD. Sedangkan PRIMARY ROAD adalah jalan yang mempunyai long stretch yg menghubungkan satu major road ke major road yg lain atau minimal kecamatan satu dengan kecamatan yang lain. Hal ini saya adopsi dari pelabelan editor2 lainnya di kota Jakarta. GPS point layer juga sangat membantu utk menilai pantas atau tidaknya jalan tsb dijadikan Primary Road. Saya kira hal2 diatas dapat juga diterapkan pada jalan2 yg bukan berada pada suatu kompleks perumahan.
Menurut saya hal yang unik dan mungkin belum fixed adalah penggunaan label highway, khususnya minor highway. My reasoning to put on a minor highway class on several jalan utama, adalah: knowing that DKI Jakarta is a city labeled as a specialized province thus each part of Jakarta (such as Jakarta Timur, Jakarta Barat, etc) is treated as a city. So based on Waze Indonesia’s criteria on Minor Highway which are:
"[color=#FF0000]Minor highways tidak tergantung pada lebar atau kecilnya jalan (hati-hati jangan terjebak pada penggunaan istilah Highways) akan tetapi lebih pada pemanfaatnya untuk akses dalam maupun antar kota, kabupaten maupun provinsi (AKAP) di Indonesia. Beberapa jalan utama pada kota bisa menggunakan tipe jalan ini.
penerapan pada waze:
Bisa hanya satu jalur jalan (satu maupun dua arah) saja, dua jalur bolak-balik bukan merupakan sesuatu yang wajib (tergantung situasi jalan http://www.waze.com/wiki/index.php/Spli … o-Way_Road ).
Jalan tidak selalu lurus, terkadang zig zag (sering terjadi di wilayah pegunungan)
*Akses persimpangan bisa langsung melalui tipe jalan apapun yang ada di Waze (kecuali Freeways)
*Tidak masalah jika jalan langsung bersinggungan dengan Rumah, Perumahan ataupun Perkantoran/lokasi bisnis tanpa harus melalui jalan kolektor.
*Jalan tipe ini bisa melintas di dalam kota/kabupaten.
*Di Indonesia sering diterapkan pada jalan Tipe Flyover ataupun Underpass
*Bila opsi Avoid Major Highways pada Gadget dicentang, Minor Highway TIDAK akan terhindar dari Routing Navigasi (tetap bisa terpakai).[/color] "
I anggap it is appropriate to use this class on several major roads karena menghubungkan each part (city) in DKI Jakarta. contoh: Jalan Pramuka menghubungkan Jakarta Timur dengan Jakarta Pusat, Jalan Rasuna Said menghubungkan Jakarta Pusat dengan Jakarta Selatan. Dan saya terapkan hanya di Jalur Cepat karena ketiadaan Lampu Merah (APILL) pada jalur tsb dan tdk bersinggungan dengan rumah atau kantor. Jalur Lambat saya anggap sbg jalan kolektor. Sekiranya inilah reasoning saya menggunakan Minor Highway class on the roads that I edited.
Saya jarang mengedit atau sedikit sekali mengedit Highway class yg lain karena sudah banyak yg fixed dan locked anyway Biasanya kalo ada jalan yang membingungkan saya biarkan saja dahulu dengan label default a.k.a. STREET. Selebihnya bolak balik buka forum utk re-check ulang klasifikasi dan lihat what others have done. Well itulah sedikit sharing dari pengalaman saya, tentunya saya mengharapkan banyak feedback dari editor2 lain. Semoga membantu
Tapi kalo dipikir2, ngak fair juga yah kalo kita labelin Private Road pada jalan tertentu, misal komplek Militer… kali2 aja ada tentara yg pake Waze dan pengen nge-waze masuk markasnya tapi kagak bisa karena dijadiin private road :lol:
Wah, terima kasih atas tanggapan tambahannya.
Sebenarnya demikian pula yang saya pikirkan.
untuk private road sebenarnya logika saya adalah bukan jalan umum, seperti jalan di kompleks (apapun kompleksnya sejauh tertutup / cluster). sebaliknya, jika jalan tersebut sudah menjadi jalan lalu lintas umum (menghubungkan 1 tempat ke tempat lainnya), maka logika saya mengatakan itu menjadi street.
ttg major, minor highway, saya agak sulit mencari penerapannya di indonesia, karena yang ada cuma toll way aja sih… :lol:
ttg jalanan di kompleks militer, sudah pas kalo namanya private road, karena sesuai dengan pangkatnya kan : private = prajurit / tamtama, jadi pas lah klo jalanan di kompleks militer namanya private road = jalannya prajurit… :lol:
AFAIK … ttg private road, sempat baca penjelasan di waze kalau jalan itu tertutup (dalam artian punya gate) sehingga tidak sembarang yg bisa lewat. Kalo dlmfungsi navigasi, private road tidak akan dipakai untuk routing umumnya (utk yg hanya lewat) tapi memungkinkan bila jadi tujuan. Jadi saya rasa tidak perlu khawatir kalau penghuni daerah tsb tidak bisa routing keluar/masuk … Mnrt saya tidak semua cluster bisa dimasukkan private road.
Kasus yg mirip untuk parking road yg dalam routing akan di-‘discourage’ oleh waze dengan memberi semacam penalti waktu tambahan shg kurang efisien untuk ‘potong kompas’ … kecuali di Batam mungkin, krn di sana banyak lahan parkir terbuka yg sering dijadikan jalan potong utk menghindari traffic light
ikut nimbrung ya.
kalolah ada fasilitas pin di forum ini, saya pikir moderator perlu mem-pin topik ini, supaya tidak ada lagi pertanyaan deja vu, dan wazer baru bisa seragam mengikuti aturan menyunting peta.
Bro panglimakumbang.
Topik yang anda maksud sudah ada pada bagian “announcements”
Dikarenakan topik ini dirasa cukup bermanfaat, untuk sementara saya pindahkan juga ke
“General Announcements” Indonesia country forum.
Soal Private Road, saya sih setuju dengan saudara jindol, soalnya definisi Waze soal Private Road itu ada gated community dll. Lagian kalo kita mo shortcut lewat gated community, kemungkinan daerah2 tersebut ada satpamnya, dan bukannya malah ribet yah shortcutnya.
Terus saya mau nanya juga: Kalo jalan kecil (1 mobil), tapi 2 arah, apakah itu sebaiknya dijadikan Private Road/Boardwalk yah? Soalnya saya sering kalo lagi ngedrive di daerah Kemanggisan (Jakarta), dikasih route jalan yang 1 mobil aja sempit banget, jadinya agak useless dan ridiculous kalo dijalanin juga.
Mungkin hal ini pernah dibahas di forum, tapi karena baru login di forum pertama kali, mungkin saya gak aware. Kalo udah pernah, sorry kalo dibahas ulang.
Sama pengalaman dengan saya, sering dapet routing jalan2 sempit, bingung juga. Malahan pernah dapet routing lewat gang yang g bisa dilewatin mobil (padahal mobil saya sudah ukuran XS) :P.
Sayangnya waze masih belum memberi opsi ‘narrow-road’. Setau saya, juga, kalo jalan tidak bisa dilewati mobil, sebaiknya tidak dimasukkan ke waze map krn hanya jadi beban tambahan.
Jalan seperti di url ini banyak sekali kita temui dikota-kota, termasuk di kota saya Bangkalan (spt dlm gambar). secara fisik, jalan tersebut terdiri dari 1 badan jalan yang lebar, dengan dua arah, dimana dua arah ini dipisahkan oleh separator beton yang relatif kecil namun permanen.
Saya ingin minta saran senior, bagaimana penerapan jalan dan direction-nya:
Satu jalan untuk satu direction (sehingga ada dua jalan), atau
Satu jalan untuk dua direction
maap atas pertanyaannya, cuma pengen sempurna saja
Terimakasi…