Selamat siang rekan-rekan wazer Indonesia, saya tergolong baru dalam navigasi dinamis seperti waze ini.
Biasanya pakai navigasi statis seperti gps kebanyakan yang harus update database beberapa bulan sekali.
Nah, saya ingin menanyakan mengenai tatacara menjadi editor dan maksud dari level editor (dalam hal ini dengan ikon wazer ber-helm dan ada beberapa cone) serta masalah proses penyimpanan hasil editan yang seringkali eror (eror saving, bla bla bla) padahal editan mencapai angka ratusan saat itu apakah ada syarat tertentu ketika akan saving?
memang akhir2 ini sering terjadi saving error, terutama jika memberikan ceklis pada nama kota.
sedangkan untuk error lainnya kemungkinan ada node yang tidak terhubung dengan segment lain, atau ada node di segment yang sama yang bertumpuk. biasanya lokasi error tsb langsung di highlight.
sekedar informasi,
sistem hanya mencatat 1 edit, jika segment/ jalan tersebut sudah berwarna orange.
artinya jika anda melakukan perubahan bentuk jalan kemudian diteruskan dengan memberi nama jalan -> tipe jalan -> turn restriction, maka sistem hanya mencatat 1 kali editing. anda tidak akan mendapat poin dari nama jalan -> tipe jalan -> turn restriction. CMIIW
Banyak situs yg ‘dynamic’, yg bisa berubah2 konten sesuai kebutuhan. Untuk memudahkan kita ‘sharing’ konten yg benar, biasanya ada opsi untuk membuat ‘link’ yg tepat tujuan (permalink).
Dalam hal Waze, permalink digunakan untuk sharing ‘update map’ sehingga orang/editor/user lain bisa melihat lokasi yg dimaksud dengan mudah dan tepat. Kalo tidak pake permalink, alamat yg ada di address bar hanya https://world.waze.com/editor/ dan utk setiap user, alamat tadi memberikan lokasi yg berbeda.
Dalam hal aplikasi untuk AM, permalink menandai daerah yg ingin di-‘manage’, jadi jangan lupa zoom level juga menentukan cakupan area …
Mendapatkan permalink mudah, klik kanan di tulisan ‘Permalink’ di sudut kanan bawah update map dan pilih ‘copy link address’ (kalo di chrome, browser lain mirip)