Langsung aja ya, untuk penamaan jalan, pilih yang mana nih?
Jl. Jenderal Sudirman* Jalan Jenderal Sudirman* Jenderal Sudirman
Kalau ane sih cenderung pilih yang nomor 2.
Terlepas dari kebiasaan kita untuk menyingkat Jalan menjadi Jl., akhir-akhir ini kelihatannya lebih banyak yang nggak disingkat. Google Maps juga sama (nggak disingkat).
Walaupun mungkin nomor 3 juga oke dengan alasan lebih ringkas?
Sedangkan untuk tipe jalanan, ngelanjut dari postingan di thread sebelah:
Sebelumnya gw juga sempet berpikiran untuk menggunakan banyaknya lajur sebagai patokan penentuan tipe jalanan. Tapi setelah dipikir-pikir, ntar bakal ada beberapa problem seperti:
Jalanan-jalanan lebar di (misalnya) kompleks perumahan yang tak bisa disebut sebagai highway?* Jalanan panjang lintas provinsi yang lebih masuk ke dalam pengertian highway tapi lajurnya justru cuman 2 bolak balik?
Kalo sekarang sih gw nerapin konsep kayak gini di daerah gw:
Primary Street: Jalan umum yang paling banyak dipilih/dilewatin orang . Selalu bisa dilewatin (misalnya gak diportal kalo malem).
Kalo di Google Maps jalanan ini warnanya kuning, silakan dilihat. Jalanan tersebut lebar/lajur fisiknya sama dengan sebagian besar jalanan lain yang warnanya putih, malah ada beberapa jalanan putih yang lebih lebar, tapi yang kuning itu adalah jalanan yang paling umum alias sering dilewatin orang. Dan juga bebas portal.
Street: Yang levelnya lebih rendah dari Primary Street. Kalo di Google Maps berarti adalah seluruh jalanan yang putih-putih.
Service Road: Sebetulnya gw pengen menggunakan tipe ini untuk jalanan yang “sebaiknya tidak dilewati” karena terlalu kecil, sempit, dan sebagainya. Misalnya jalanan-jalanan kecil di perumahan. Tapi, disinyalir service road ini gak akan pernah dipilih oleh fungsi routing Waze (sori lupa bacanya di mana). Jadi gw masih bimbang antara menggunakan tipe ini, atau Street aja.
Untuk Freeway & Ramp rasanya ga ada masalah ya? Deskripsi dari Waze bisa digunakan. Freeway adalah Jalan Tol, Ramp adalah jalan masuk/keluar ke/dari Jalan Tol.
Tinggal minor/major highway. Gw justru belom terlalu pusing sama highway karena selama ini cuma ngerapiin peta di sekitaran rumah aja. Pusingnya cuma ama primary street vs street yang akhirnya gw putuskan seperti di atas; primary street adalah jalanan umum/utama/yg kuning-kuning di Google Maps, yang gak bergantung pada lebar atau jumlah lajur.
Salam kenal, saya masuk minggu ke-2 pakai Waze, tinggal di Samarinda, Kalimantan Timur
Untuk penamaan jalan saya pakai nomor 2, tidak menyingkat jadi Jl.
Ngikuti di Google Maps dan penamaan di Malaysia.
Untuk istilah Service Road, di Kalimantan ada banyak tapi memang tidak dilewati umum. Biasanya istilahnya adalah “jalan minyak” atau “jalan pipa”. Sebuah jalan yang dibuat disamping pipa minyak atau pipa gas, tidak diaspal dan digunakan untuk inspeksi pipa. Jadi untuk jalan umum saya gunakan Primary Street dan Street saja, tidak tergantung lebar atau sempitnya jalan. Untuk jalan di perumahan atau jalan sempit meski hanya bisa dilalui satu kendaraan, juga gang yang bisa dilalui kendaraan saya pilih Street.
saya sih usul pake cara 3 (gak pake Jalan atau Jl), jadi lebih praktis nulisnya, gak terlalu panjang. Kan semuanya Jalan. Ntar kalo Gang, baru ditambahin kata Gang.
Kalo di luar pake kata Street, Avenue, Road, Boulevard, Lane, Way, Place dst, kayaknya karena memang banyak jalan yang namanya sama tapi dipake untuk jenis yang berbeda, jadi misalnya ada Manchester Rd, Manchester St, Manchester Ave, dan Manchester Blvd. Kalo kita kan cuma jalan dan gang aja ya.
Mungkin sebaiknya kita sepakat dulu untuk tidak sepakat dengan pemilihan cara menulisnya
Karena acuannya memang banyak:
Penulisan di Google Maps -> pakai Jalan
Penulisan di Foursquare -> macam-macam, banyak pakai Jl.
Penulisan di dunia nyata, tanda nama jalan -> Jl.
Google Maps tidak selalu benar menuliskan nama jalan.
Malaysia pakai Jalan
Penulisan di tiap kota juga tidak seragam baik para Area Manager, relawan tukang edit map yang belum diskusi disini (masih sedikit sih Wazer Indonesia)
Sebenarnya penulisan ini untuk keperluan pengarahan nantinya. Seperti yang saya lakukan di Samarinda untuk yang benar2 Jalan saya tulis Jalan xxx, sedangkan yang di Parking Lot (atau jalan dalam Mal, kantor, dll) saya tulis langsung nama venue/POI/landmark-nya.
Ada pendapat juga sesingkat-singkatnya karena di ponsel layar kecil susah kalau tulisan panjang. Sementara yang pakai iPad atau Galaxy Tab sih enak saja karena layar gede.
Di Surabaya saya menemukan penulisan di Google Maps seperti ini: Jalan Embong Ploso. Embong dalam bahasa Jawa artinya juga jalan, jadi saya singkat jadi Embong Ploso saja sementara untuk yang lain-lain tetap pakai Jalan.
Nanti kita lihat sistem ini baiknya jadi bagaimana.
saya sudah menambahkan halaman pada wiki (http://www.waze.com/wiki/index.php/Indonesia) untuk meletakkan informasi yang spesifik Indonesia (e.g., kesepakatan penulisan nama dan penentuan tipe-tipe jalan, aturan penamaan kota dll). Mohon bantuannya ya untuk melengkapi. thanks.
Saya setuju untuk memberi nama jalan dengan prefiks “Jalan” (tanpa tanda kutip), mengingat terdapat nama “Jalan Jakarta” di Bandung, atau ada nama “Jalan Garut” di Jakarta.
Agan-Agan yang Terhormat, mau kasih masukan dan minta dikomentarin nih.
Saya rasa, hindari penggunaan tipe jalanan “Highway” dan kawan-kawannya untuk jalan-jalan utama/besar seperti Jalan Sudirman di Jakarta. Berikut penjelasannya.
Pada preferensi aplikasi klien, terdapat pilihan “Avoid Highways”. Hal ini berguna untuk menghindari penggunaan jalan tol pada routing navigasi. Jika jalan utama menggunakan tipe Highway, maka jalan-jalan tersebut menjadi tidak dapat dilalui. Oleh karena itu saya merekomendasikan penggunaan Primary Street untuk jalan seperti Jalan Sudirman di Jakarta.
salam kenal.
kalo saya lebih cenderung opsi 3.
betul sekali mas, alasannya karena lebih ringkas. jadi kalo dilihat di client, gak terlalu menuh2in layar. bayangkan jika nama jalannya lumayan panjang (misal: Jalan Kyai Haji Abdullah Syafi’ie).
kadang2 juga pake opsi 2, terutama utk nama jalan yg hanya berisi huruf, misal: “Jalan A”. akan aneh jadinya kalo kita kasih nama jalan itu cuma dgn “A”.
kalo menurut saya sesuaikan saja type jalan yang ada dengan map yang ada di Waze ,
kalo kita pas kepengen lewat toll tinggal uncheck pilihan “Avoid Highways” , kalo pas pengen putar putar kota tinggal check lagi plihan tersebut ,
Jadi tidak merubah fungsi fitur tersebut sekaligus , fungsi routing kita tetep jalan sebagai mana actual jalan yang ada…
Halo Salam kenal, saya baru memakai Waze dalam 3 minggu belakangan ini. App yang sangat menarik dan bermanfaat bagi saya. Besar keinginan utk bergabung pada komunitas Wazer Jakarta dan belajar dari teman2. Lagi getol2nya nih meng-edit peta.
Kalau penulisan nama, saya memilih tidak memakai kata “Jalan” pada alamat. Mungkin karena saya cenderung mengikuti Gunther W Holtorf, si Jerman “gelo” pembuat peta cetak Jakarta yg sampai sekarang menurut saya masih paling informatif. Alasan lainnya adalah menghemat tempat tulisan di jalan. Untuk fungsi search pada saat mode GPS, saya rasa pengguna tidak akan kebingungan karena sistem akan otomatis menberikan pilihan tujuan.
Sudah 2 tahun thread ini berjalan dan sepertinya menemui jalan buntu untuk standarisasi penamaan jalan di Indonesia.
Hal ini disebabkan ketidakseragaman para editor dalam pemakaian nara sumber untuk penamaan jalan-jalan tesebut.
1.Jl.
Prefix ini cukup populer karena memang merupakan papan nama jalan resmi yang digunakan pada jalan-jalan di Indonesia. Tapi di pelbagai program Navigasi maupun Peta Atlas tidak pernah digunakan.
2.Jalan
Prefix ini paling sering ditemukan baik di beberapa program navigasi yang bernara sumber pada peta keluaran Navteq ataupun TeleAtlas seperti Garmin, TomTom, Sygic dll. Format seperti ini juga ditemukan di Google Maps & Bing Maps. POI yang terdapat pada Google. Bing ataupun Foursquare juga memakai prefix ini. POI pada program-program tersebut berkaitan erat pada Landmark yang ada pada Waze. Penggunaan prefix Jalan bagi editor ditengarai agak kurang dalam hal efisiensi, dan terkadang dengan adanya prefix ini nama jalan cenderung agak panjang.
3.Tanpa Prefix
Pada peta Cetakan / Atlas ini sering ditemukan, dengan alasan penghematan spasi pada peta yan akan dicetak tersebut. Penamaan seperti ini juga dipakai pada http://www.openstreetmap.org/ dan http://www.streetdirectory.co.id/ keduanya sering dipakai referensi oleh para editor. Peta keluaran Navigasi.net juga memakai format seperti ini. Aplikasi Papago dimana Map nya bernara sumber Navigasi.net otomatis berformat yang sama. Penerapan tanpa prefix di Waze bagi yang belum terbiasa agak sedikit membingungkan karena bisa terkecoh dengan Landmark/POI yang ada, dikarenakan POI pada waze tidak seperti program lainnya yang menerapkan Icon-icon. Di Waze diterapkan Polygon dengan penamaan langsung pada Landmark/ POI tersebut.
Untuk itu sebagai saya sebagai forum moderator yang ditunjuk langsung oleh Waze Support sekaligus Country Manager Indonesia yang aktif membenahi permasalahan Waze seputar NKRI dengan ini mengambil jalan tengah untuk menetapkan :
Penamaan jalan boleh memakai Prefix Jalan dan/atau Tanpa memakai prefix sama sekali.
Dengan ketentuan penamaan tersebut diharapkan dengan kondisi lingkungan disekitar jalan yang hendak diberi nama. Jika pada suatu lokasi / daerah tidak menggunakan prefix, cukup nama jalan saja. Jika pada suatu lokasi / daerah menggunakan prefix Jalan, hendaknya juga disesuaikan demikian. Kedua sistem penamaan ini sudah berjalan selama 2 tahun lebih dan demi kepentingan -efisiensi waktu- tetap diberlakukan.
Penamaan dengan prefix “Jl.” tidak digunakan. Jika ada editor yang menemukan harap dihapus atau ditambahi prefix Jalan tergantung situasi sekitar.
Keputusan / Jalan tengah ini perlu diambil agar tidak berlarut-larut dan para editor bisa leluasa berkontribusi mengembangkan peta waze di NKRI.
Mohon maaf bagi yang tidak berkenan atas keputusan ini. keputusan ini perlu saya ambil agar pembenahan waze kedepannya bisa berjalan baik, tanpa ada maksud pribadi sedikitpun.
Thread ini saya tutup, beberapa postingan dalam thread ini yang sekiranya masih perlu pembahasan akan saya merge dengan thread lainnya yang berhubungan atau akan saya pindahkan ke thread baru.